Drone Raksasa Semprot Kota Pasuruan dari Udara

Jum'at, 03 April 2020 08:42 WIB   Administrator

PASURUAN – Sebuah drone raksasa terlihat melayang-layang diatas jalan protokol di Kota Pasuruan, Jawa Timur, sambil menyemprotkan disinfektan Kamis (2/4/2020) siang. Sementara dibawahnya, konvoi sejumlah kendaraan terbuka milik Polri dan TNI yang memuat sejumlah petugas, juga melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh penjuru jalanan. 

Drone raksasa itu milik Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Drone itu sengaja didatangkan ke Kota Pasuruan untuk membantu penyemprotan disinfektan agar lebih merata dalam upaya mencegah laju penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

"Kami diminta Forkopimda Kota Pasuruan, untuk membantu penyemproran disenfektan ke sini (Pasuruan). Minggu kemarin baru saja nyemprot dari wilayah Sragen," kata Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, David Hermawan, yang memimpin tim dari UMM turun ke Kota Pasuruan.

Menurut David, drone canggih yang berjenis Motodoro Spraying Robot Indonesia (SRI) itu, sebenarnya adalah drone made in UMM yang berfungsi untuk melakukan penyemprotan pupuk dan pestisida di lahan pertanian. Namun saat ini beralih fungsi untuk  melakukan penyemprotan disenfektan, guna mencegah meluasnya virus corona di sejumlah wilayah.

Motodoro Spraying Robot Indonesia (SRI), merupakan drone yang mempunyai kapasitas tanki 23 liter. Luas lahan yang bisa dijangkau sekitar 5 - 10 hektare dalam 1 jam. "Sekali terbang bisa 4-5 hektare cakupan wilayahnya. Di lahan pertanian, drone ini otomatis bisa menyemprot tanaman yang membutuhkan pestisida.

"Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM punya beberapa jenis drone untuk membantu pertanian. Yaitu drone untuk pemetaan lahan pertanian serta tanaman, dan untuk spraying ini," terang David. 

Dalam kondisi saat ini, drone UMM laris diminta untuk melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah daerah. "Banyak daerah yang antri minta kami bantu untuk melakukan penyemprotan dari udara. Namun kami lihat dari responsif pimpinan daerahnya, serta riwayat penyebaran virus di wilayah tersebut", kata David. (*)

TIMES Indonesia.

Shared: