Fakultas Pertanian & Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Pertanian & Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang

Tiga Dosen UMM Bina Warga Desa Sukomulyo

Author : Administrator | Sabtu, 02 September 2017 07:59 WIB

Dedikasi : Tim pelaksana iptek bagi desa mitra sedang melaksanakan sosialisasi program kepada para peternak di Desa Sukomulyo, Pujon beberapa waktu lalu

Malang - Memperoleh julukan sebagai salah satu desa sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Malang, Warga Desa Sukomulyo di Kecamatan Pujon makin tertantang untuk terus belajar seputar pengembangan peternakan sapi perah. Terbaru, desa berpenduduk 5.464 jiwa ini memperoleh bantuan iptek bagi desa mitra (IBDM) berupa pembinaan dan penyuluhan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Program yang didanai Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI dan UMM ini berlangsung selama 8 bulan. Tiga orang yang konsen melakukan pembinaan untuk program ini adalah Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, MS, Prof. Dr. Sujono, M.Kes, dan Dr. Ir. Dian Indratmi, MP. Mereka bertugas membantu mencarikan jalan keluar problem yang dialami warga.

Ketiganya mencatat beberapa persoalan. Diantaranya terkait munculnya limbah atau sisa pakan ternak yang menumpuk sehingga mengganggu kenyamanan warga, kurangnya ketrampilan keluarga peternak dalam mengolah susu dan pembuatan pupuk kandang dari kotoran sapi hingga munculnya penyakit radang kelenjar susu (masitis)

Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, MS menjelaskan, untuk solusi atas limbah sisa makanan, peternak diberi diberi pelatihan cara mengolah sisa pakan menjadi campuran dalam pembuatan pakan komplet. "Selain itu, sisa pakan bisa diolah menjadi pupuk organik dengan bantuan bakteri pengurai serat (Bakteri Lignochloritik)", Katanya.

Kemudian, untuk kasus masitis subklinis, peternak diberi pengetahuan tentang cara mencegah masitis dengan pembuatan antiseptik alami menggunakan ekstrak bawang putih dan daun sirih. Berlanjut untuk meningkatkan ketrampilan ibu - ibu rumah tangga dalam mengelola susu, diberikan praktik pembuatan olahan susu menjadi stick susu, susu pasteurisasi, permen susu, dan kerupuk susu.

Kepala Desa Sukomulyo Safiul Anwar, STmemberikan apresiasi positif terhadap program ini. "Sangat bagus karena kalau kita  lihat di desa itu sebenarnya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tapi, tidak bisa dimanfaatkan optimal karena keterbatasan SDM," ujarnya. Dia berharap, program IBDM dari UMM mampu menggali potensi desa. (mas/c3/muf)

Sumber : Jawa Pos Radar Malang Halaman 2 Jumat 1 September 2017

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image