Tips Sukses Untuk Mahasiswa

Jum'at, 28 Oktober 2011 09:08 WIB  


Rudi Ismanto (kiri)
memaparkan kiat-kiat sukses pada seluruh mahasiswa FPP

Kesuksesan tidak hanya milik satu orang, tapi juga hak semua orang. Tips sukses juga harus ditularkan. Oleh karena itu, Fakultas Pertanian Peternakan UMM menggelar acara dengan tema “Success Story Alumni FPP” di Basement Dome (29/9).

Dalam sambutannya, dekan FPP, Damat, mengatakan bahwa acara tersebut untuk memberikan contoh dan motivasi pada mahasiswa FPP semua jurusan dan angkatan yang masih aktif kuliah. Rudi Ismanto (kiri) memaparkan kiat-kiat suksespada seluruh mahasiswa FPP “Selain itu, ada informasi faktual tentang dunia kerja dan bisnis, dan supaya juga ada interaksi antara alumni dan mahasiswa,” terang dosen yang mengampu mata kuliah ekonomi teknik tersebut.

FPP bukan fakultas yang bisa dianggap remeh, karena telah berhasil menggandeng kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit, P.T. Bumitama Gunajaya. Agro. Kerjasama dilakukan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FPP UMM dengan pihak P.T. Bumitama Gunajaya Agro pada awal tahun 2011. Kelebihan yang diberikan oleh P.T. BGA adalah mahasiswa FPP yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sana akan mendapatkan beberapa fasilitas, seperti biaya transport pulang pergi, subsidi penulisan skripsi dengan ikatan dinas, dan lainnya.

Mereka juga bisa langsung diterima kerja setelah lulus, sehingga tidak perlu diseleksi lagi, karena skill mereka sudah terlatih
dan diketahui ketika mereka PKL. Pada sesi sharing, alumni Pertanian, Rudi Ismanto, menceritakan pengalamannya selama kuliah dan bekerja. “Dulu ketika saya masih kuliah, saya orangnya santai, tapi serius,” ujar Manajer P.T. BGA tersebut.

Meski demikian, ia tetap mahasiswa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih ketika melihat kesuksesannya sekarang. Sewaktu menjadi mahasiswa, ia tidak hanya berkutat pada kuliah dan rumah saja, tapi juga aktivis Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Agronomi dan juga asisten laboratorium agronomi. Hal tersebut memberikannya modal untuk menggapai masa depan. Ia juga berkeinginan menjalani karir yang sesuai dengan disiplin ilmunya, dan hal tersebut telah tercapai, tentunya dengan semangat dan kerja keras. 

Ia mengatakan bahwa pertanian tidak identik dengan membawa cangkul ke sawah dan bekerja di bawah terik matahari. “Alhamdulillah, berkat ketekunan saya bekerja di P.T. BGA, saya bisa jadi manajer, dengan fasilitas mobil dan rumah dinas,” ungkapnya sambil menunjukkan slide yang berisi gambar Mitsubishi Pajero Sport miliknya sendiri dan Ford Everest milik kantornya.     
Ia menasihatkan pada semua mahasiswa FPP agar benar-benar berjuang secara mandiri sejak sebelum lulus, dan setelah lulus harus bisa mencari penghasilan sendiri. Karena sudah selayaknya mahasiswa hidupnya sudah tidak bergantung orang tua lagi, salah satunya dengan merantau. Selain melatih kemandirian juga melatih mental, karena tinggal jauh dari orang tua memerlukan proses yang tidak sebentar.

Dunia pekerjaan beragam jenisnya, dan ia mengatakan bahwa banyak orang yang menginginkan bekerja dalam zona nyaman. “Gaji tinggi, tinggal dengan orang tua, istri cantik, dan lain-lain,” ujarnya direspon dengan tawa mahasiswa. Sesi sharing kedua oleh Adi Joko Leksono selaku manajer P.T.Charoen Pookphand, perusahaan yang bergerak di bidang peternakan.

“Jangan berpikir kalau Jurusan Peternakan itu memelihara ayam 30 potong di belakang rumah, kotor. Tidak seperti itu,” tegasnya manajer kelahiran 1980 itu. Yang terpenting adalah bagaimana mengelola ternak dengan baik, baik dalam lingkup kecil (rumah, red) atau besar (perusahaan, red). Bisnis peternakan adalah farm besar dengan nilai bisa ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Ia juga berpesan sama halnya dengan Rudi tadi, bahwa jangan hanya kuliah dan pulang. “Duna kerja sangat menuntut soft skill. IPK bagus, tapi soft skill tidak punya, sulit bersaing dengan pelamar kerja yang lain,” terangnya memberikan tips.

Bahkan sekalipun surat kabar setiap hari menyediakan informasi lowongan kerja, tetap saja sulit untuk dimasuki. Faktor jaringan sangat diperlukan agar perusahaan yakin tentang kualifikasi calon karyawannya. Dengan adanya acara tersebut, pihak dekanat berharap para mahasiswa memanfaatkan waktunya selama kuliah dengan beragam kegiatan agar skillnya terlatih.


(Fuad)   

Shared: